Ayah, Bunda dan Sobat PAUD, penilaian hasil karya adalah penilaian terhadap buah pikir anak yang dituangkan dalam bentuk kar ya nyata dapat berupa pekerjaan ta ngan, karya seni atau tampilan anak, misalnya: gambar, lukisan, lipatan, hasil kolase, hasil guntingan, tulisan/coretan coretan, hasil roncean, ba ngunan balok, seni tari, dan hasil pra karya.
Tuliskan nama dan tanggal hasil karya tersebut dibuat. Data ini diperlukan untuk melihat perkembangan hasil karya yang dibuat anak di waktu sebelumnya. Saat anak telah menyelesaikan karyanya, guru dapat menanyakan tentang hasil karya tersebut. Tuliskan semua yang dikatakan oleh anak untuk mengonfirmasi hasil karya yang di buatnya agar tidak salah saat guru mem buat interpretasi karya tersebut. Hubungkan karya anak dengan pencapaian pada kompetensi dasar yang sesuai.
Misalnya : Khanza dan Jesica menyusun balok-balok unit secara vertikal berbentuk lingkaran memenuhi alas balok yang berbentuk lingkaran. Ada celah selebar satu unit balok yang kosong yang memisahkan rangkaian balok ber bentuk lingkaran itu. Di tengah lingkaran berdiri tumpukan balok setengah unit yang ditumpuk ke atas sebanyak 4 kolom.
Pada bagian paling atas ditaruh balok rongga berbentuk segitiga yang panjangnya sama dengan panjang 4 balok setengah unit. Setelah guru mengamati hasil bangunan anak, guru hendaknya bertanya kepada anak tentang karya yang telah ia buat. Melalui hal tersebut guru dapat menggali pengetahuan serta meningkatkan imajinasi anak. Berikut contohnya:
Guru : ”Bangunan apa yang sedang kalian bangun?”
Giandra : ”Istana Putri.”
Guru : ”Mengapa kalian mengatakan ini istana putri?”
Giandra : ”Karena di dalam istana ini tinggal putri cantik.” (Sambil tangannya menunjuk kebangunan tinggi di tengah lingkaran)
Guru : ”Apa maksud diletakkan sebuah segi tiga di atas rumah putri itu?” Giandra : ”Itu kan atapnya…”
Guru : ”Mengapa perlu diberi atap pada bagian atas rumah itu?”
Giandra : ”Agar putrinya tidak kehujanan dan tidak kepanasan.”
Guru : (sambil menunjuk celah di lingkaran) ”Kalau lubang sebesar satu balok unit di sini untuk apa ya?” Giandra : ”Itu kan pintu masuknya putri ke istananya."
Jika memungkinkan, setelah anak melakukan proses dalam menghasilkan karya, berikanlah kesempatan pada anak untuk menikmati karya tersebut. Ajaklah anak untuk memajang karyanya sebagai bentuk apresiasi terhadap karya tersebut. Berbagai catatan dan hasil karya anak di simpan dalam portofolio untuk selanjutnya di analisis. Hasil karya yang dianalisis dapat dipilih dari hasil karya yang terbaik (menunjukkan tingkat perkembangan tertinggi) yang diraih anak. Hasil karya tersebut bisa yang paling akhir atau dapat pula yang di tengah bulan.
yang harus di tempuh oleh guru adalah
1. Format Ceklis pada Penilaian Perkembangan Anak
dalam format ceklis pada penilian perkembangan anak Ayah, Bunda dan Sobat PAUD, pengamatan atau observasi merupakan teknik penilaian yang dilakukan selama kegiatan pembelajaran baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan lembar observasi, catatan menyeluruh, jurnal, dan rubrik. Hasil penilaian perkembangan anak harus didokumentasikan menggunakan beberapa teknik: pengamatan/observasi, percakapan, penugasan, unjuk kerja, penilaian hasil karya, dan pencatatan anekdot.
Untuk memudahkan guru dalam melakukan pencatatan penilaian maka dipilihlah tiga teknik yang paling memungkinkan dilakukan guru yaitu ceklis, catatan anekdot dan penilaian hasil karya. Saat anak melakukan berbagai kegiatan, guru dapat mengamati segala hal yang dilakukan anak ataupun diucapkan anak, termasuk ekspresi wajah, gerakan, dan karya anak. Pada proses pengamatan, guru juga melakukan pencatatan sebagai bukti sekaligus pengingat terhadap segala hal yang diamatinya. Teknik yang digunakan dalam melakukan pencatatan dapat berupa ceklis, catatan anekdot dan hasil karya.
Ceklis adalah cara menandai ketercapaian indikator tertentu dengan tandatanda khusus. Tanda-tanda khusus dapat berupa tanda centang, huruf, simbol tertentu, dll. Tetapi dalam implementasi penilaian, tanda ceklis menggunakan huruf seperti tertuang berikut ini: Ada empat skala, yaitu :
BB (Belum Berkembang), bila anak melakukannya harus dengan bimbingan atau dicontohkan oleh guru.
MB (Mulai Berkembang), bila anak melakukannya masih harus diingatkan atau dibantu oleh guru.
BSH (Berkembang Sesuai Harapan), bila anak sudah dapat melakukannya secara mandiri dapat konsisten tanpa harus diingatkan atau dicontohkan oleh guru.
BSB (Berkembang Sangat Baik), bila anak sudah dapat melakukannya secara mandiri dan sudah dapat membantu temannya yang belum mencapai kemampuan sesuai dengan indikator yang diharapkan.
CONTOH :
Contoh perilaku anak pada tingkat kemampuan “berdoa sebelum belajar” :
BB : Bila anak berdoa sebelum belajar, baik lafal doa maupun sikapnya masih harus mendapatkan bimbingan dan/atau dicontohkan oleh guru.
MB : Bila anak berdoa sebelum belajar, baik lafal doa maupun sikapnya masih harus diingatkan oleh guru: ”Nia, kita berdoa dulu. Bagaimana sikap berdoanya?”
BSH : Bila anak berdoa, baik lafal doa maupun sikapnya sudah dimunculkan secara utuh, mandiri, dan konsisten tanpa harus diingatkan oleh guru lagi.
BSB : Bila anak berdoa, baik lafal doa maupun sikapnya sudah dimunculkan secara utuh, mandiri, dan konsisten serta dapat mengingatkan temannya.
untuk itu memudahkan guru mencatat capaian perkembangan anak, maka ceklis dapat dikembangkan sesuai kesepakatan antar guru di lembaga dengan mempertimbangkan kebutuhan, kesiapan,
dan efi siensi.
2. Tahapan Penilaian Perkembangan Anak
Ayah, Bunda, dan Sobat PAUD, penilaian perkembangan dapat membantu guru untuk mendapatkan informasi tentang perkembangan anak. Namun sebelum melakukan penilaian guru perlu mengetahui beberapa tahapan agar informasi yang didapatkan lebih akurat. Berikut adalah tahapan yang dapat dilakukan oleh guru:
Menentukan Usia Anak yang Menjadi Sasaran Penilaian
Usia anak menentukan format penilaian. Setiap usia memiliki tahapan perkembangan yang berbeda, misalnya, anak usia empat tahun akan sulit menjelaskan siklus hidup kupu-kupu, tetapi bagi anak-anak yang lebih besar seperti usia 5-6 tahun dapat mengungkapkan pemahaman mereka terkait hal tersebut, baik melalui cerita maupun gambar. Demikian pula, anak-anak yang lebih besar mampu berkonsentrasi untuk jangka waktu yang lama untuk menyelesaikan pembelajaran yang lebih lama dan lebih kompleks dibandingkan anak-anak yang lebih muda. Oleh karena itu penting bagi guru menentukan sasaran usia anak sehingga dapat menyesuaikan kisi-kisi instrument yang digunakan untuk melakukan penilaian.
Orang dewasa yang melakukan penilaian harus memiliki hubungan yang sudah ada sebelumnya dengan anak tersebut. Idealnya penilai adalah pendidik atau guru yang mengetahui tentang proses perkembangan anak selama pembelajaran.
Menentukan Aspek Perkembangan yang Menjadi Sasaran Penilaian
Setelah menetukan usia, maka guru juga perlu menentukan aspek apa yang akan dinilai, lakukan analisa terhadap aspek tersebut. Penilaian hendaknya selaras dengan tujuan dan pendekatan instruksional. Jenis penilaian yang berbeda memiliki tujuan yang berbeda pula. Penting untuk terlebih dahulu menentukan apa yang akan diukur; kemudian temukan program penilaian yang paling baik menilai tujuan tersebut. Misalnya apa saja tingkat capaian perkembangan anak usia 5-6 tahun, dengan begitu akan memudahkan guru dalam memetakan kemampuan anak.
Memilih Metode Atau Teknik Pengumpulan Data yang Tepat
Melakukan penilaian juga perlu menentukan metode yang tepat. Metode yang akan dipilih harus memperhatikan sasaran penilaian yang akan dicapai. Setiap metode yang digunakan harus dapat memberikan data atau informasi secara maksimal mengenai aspek yang dinilai, metode observasi, dokumentasi dan wawancara atau percakapan dengan anak.
Penilaian itu "asli" atau otentik. Penilaian harus dilakukan dalam lingkungan normal anak. Penilaian harus mencerminkan hubungan dan pengalaman sehari-hari. Ini harus dilakukan dalam situasi dan pengaturan yang alami, baik di ruang kelas dan ketika anak berkegiatan.
Menentukan indikator perkembangan yang akan dicapai dan kriteria penilaian
Penilaian yang akan dilakukan lebih terencana jika guru merancang indikator perkembangan yang akan dicapai dan kriteria penilaian terlebih dahulu. Kriteria penilaian yaitu ukuran atau acuan yang menjadi dasar penilaian. Guru dapat merancang indikator perkembangan yang akan dicapai namun guru tidak boleh terpaku pada rancangan capaian indikator perkembangan yang sudah ditetapkan. Guru harus mengamati, mencatat semua capaian perkembangan yang muncul ketika anak berkegiatan dalam segala situasi.
Gunakan berbagai sumber informasi. Semakin banyak sumber informasi yang digunakan maka data semakin dapat dipercaya, oleh karena itu guru sebaiknya menggabungkan beberapa sumber informasi yang berbeda ketika menarik kesimpulan tentang kebutuhan perkembangan anak. misalnya menanyakan kepada orang tua atau pengasuh anak. artinya penilaian itu dilakukan secara komprehensif, observasi harus dilakukan pada berbagai aktivitas anak dan terus menerus dilakukan untuk melihat perkembangan seorang anak secara utuh
Mengolah Hasil Penilaian, informasi atau data yang telah didapatkan oleh guru, kemudian diolah sehingga data tersebut dapat memperlihatkan gambaran perkembangan masing-masing anak, misalnya dari hasil pengamatan guru menemukan bahwa ada beberapa anak yang perlu mendapatkan perhatian khusus terkait kemampuan berbahasa.
Menyusun Program Pembelajaran yang Tepat, setelah guru mendapatkan data perkembangan anak, selanjutnya guru perlu Menyusun program yang tepat. Program tersebut disusun sesuai dengan kondisi perkembangan anak yang terlihat dari berbagai aspek.
Misalnya, merancang pembelajaran yang mendorong anak untuk banyak berkomunikasi seperti bermain peran untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak.
Mengkomunikasikan Hasil Penilaian, selanjutnya guru harus mengkomunikasikan hasil penilaian kepada orang tua atau pengasuh anak dengan menggunakan bahasa sederhana yang mudah dipahami oleh orang tua. Tujuannya yaitu agar dapat membangun komitmen Bersama untuk meningkatkan perkembangan anak
Mendokumentasikan Hasil-Hasil Penilaian, pada akir kegiatan penilaian, guru perlu mendokumentasikan semua proses penilaian baik secara manual maupun menggunakan computer sebagai arsip yang mungkin dibutuhkan di kemudian hari.
Penting diketahui oleh guru, bahwa penilaian itu adalah sebuah siklus, jadi prosesnya berulang kembali dari tahap awal sampai tahap akhir dan kemudian kembali ke tahap awal. Pada setiap tahapan memungkinkan guru membuat perubahan pada kurikulum mereka untuk melayani anak dengan lebih baik dalam program mereka.
terimakasih semoga bermanfaat untuk semuanya
penulis " Kudel Nies "