• This is Slide 1 Title

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 2 Title

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

Tampilkan postingan dengan label RPP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RPP. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 November 2021

RPP Kls 5 Tema 1 Sub Tema 1 Pemebalajaran 1

 ORGAN GERAK HEWAN DAN MANUSIA




RPP Kelas 5 tema 1. Organ Gerak Hewan dan Manusia Sub Tema 1. Organ Gerak Hewan disusun sebagai pedoman langkah-langkah praktis bagi guru dalam melaksanan proses pembelajaran terhadap siswa. pada bagian ini guru disuguhkan RPP yang sederhana dan menghasilkan output yang mudah difahami oleh siswa.







Senin, 02 Agustus 2021

JURNAL PEMBELAJARAN HARIAN K13 SEKOLAH DASAR

 

Jurnal Pelaksanaan Pembelajaran K13 Revisi 2021


Jurnal Pelaksanaan Pembelajaran K13 Revisi 2021 untuk semester 1 K-13 revisi terbaru tahun 2017 tematik pada jenjang SD/MI ini merupakan jurnal kurikulum 2013 versi terbaru, yang mana pada jurnal pelaksanaan pembelajaran ini memuat komponen-komponen berikut yang sudah diisikan, Jadi Rekan-rekan guru hanya tinggal menggunakan format jurnal kelas 1 ini.
Pembelajaran/PB
Muatan Mata Pelajaran
Kompetensi Dasar
Indikator Pencapaian Kompetensi



 




 



ini juga telah memuat tanggal, alokasi waktu, kelas, semester, tema dan subtema yang sudah sesuai dengan mata pelajaran tematik kurikulum 2013 revisi terbaru.

semoga bermanfaat

untuk mendapatkan contoh file nya silahkan kunjungi tautan di bawah :

Jurnal Kelas 1 K13 Tema 1 [Download]
Jurnal Kelas 1 K13 Tema 2 [Download]
Jurnal Kelas 1 K13 Tema 3 [Download]
Jurnal Kelas 1 K13 Tema 4 [Download]


Senin, 19 April 2021

Metode Pembelajaran Anak Usia Dini dengan Nilai Moral dan Agama



Perkembangan Nilai Moral dan Agama Anak Usia Dini


Aliran Filsafat Pendidikan Perenialisme mengatakan bahwa pendidikan harus mempunyai landasan yang jelas dan terarah. Landasan tersebut sebagai acuan atau pedoman dalam proses penyelenggaraan pendidikan, baik dalam konteks institusi pendidikan sekolah maupun luar sekolah.
Landasan yang jelas dan terarah yang dimaksud adalah pendidikan harus berprinsip pada pengembangan nilai-nilai moral dan agama, di samping aspek-aspek lain yang berkaitan dengan bidang-bidang pengembangan. Hal ini sangat diperlukan sebagai upaya untuk mengantarkan anak didik menuju kedewasaan berpikir, bersikap, dan berperilaku secara terpuji (akhlak al-karimah). Upaya tersebut bisa dilakukan oleh para pendidik (guru dan orang tua) sejak usia dini, yakni ketika masa kanak-kanak.
Pendidikan nilai-nilai moral dan keagamaan pada program PAUD merupakan pondasi yang kokoh dan sangat penting keberadaannya, dan jika hal itu telah tertanam serta terpatri dengan baik dalam setiap insan sejak dini, hal tersebut merupakan awal yang baik bagi pendidikan anak bangsa untuk menjalani pendidikan selanjutnya. Bangsa Indonesia sangat menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan keagamaan. Nilai-nilai luhur ini pun dikehendaki menjadi motivasi spiritual bagi bangsa ini dalam rangka melaksanakan sila-sila lainnya dalam pancasila (Hidayat, 2007 : 7.9).
Namun dalam realitasnya dewasa ini terdapat sesuatu yang memprihatinkan dalam dunia pendidikan nasional di Indonesia. Salah satu di antaranya adalah masih banyak anak didik dan output pendidikan nasional di Indonesia yang belum mencerminkan kepribadian yang bermoral, seperti sering tawuran antar pelajar bahkan dengan guru, penyalagunaan obat-obat terlarang, pelecehan seksual, pergaulan bebas, dan lain. Jika ditelusuri lebih jauh lagi, sebenarnya keadaan yang demikian itu tidak lepas dari basic pendidikannya pada masa lampau, yang boleh jadi pada masa itu pengokohan mental-spritualnya masih belum tersentuh secara maksimal, selain faktor lingkungan yang mempengaruhi. Lalu bagaimana tanggung jawab dan solusi institusi pendidikan (sekolah, keluarga, dan masyarakat) atas persoalan tersebut ?
Ide perlunya pengembangan moral dan nilai-nilai agama sejak kecil yang dimulai pada anak usia dini pada dasarnya diilhami oleh sebuah keprihatinan atas realitas anak didik bahkan output pendidikan di Indonesia dewasa ini yang belum sepenuhnya mencerminkan kepribadian yang bermoral (akhlak al-karimah), yakni santun dalam bersikap dan berperilaku sebagaimana contoh yang telah dikemukakan. Hal ini menunjukkan bahwa ada sesuatu yang perlu diperbaiki dalam sistem pendidikan kita, khususnya pada jenjang pendidikan yang paling dasar (pra sekolah). Oleh karenanya, sebagai upaya awal perbaikan terhadap sistem pendidikan di Indonesia maka sangat diperlukan adanya pengembangan moral dan nilai-nilai agama sejak dini sebagai upaya pengokohan mental-spiritual anak.
Setiap masyarakat mempunyai ukuran-ukuran yang digunakan untuk menentukan baik-buruk tingkah laku. Ukuran-ukuran itu dapat berupa tata cara, kebiasaan atau adat-istiadat yang telah diterima oleh suatu masyarakat. Ukuran yang digunakan untuk menentukan baik-buruk inilah yang biasanya disebut dengan istilah moral. Istilah moral ini berkenaan dengan bagaimana seseorang seharusnya berperilaku dengan dunia sosialnya. Berkaitan dengan aturan-aturan berperilaku tersebut, anak dituntut untuk mengetahui, memahami, dan mengikutinya. Perubahan-perubahan dalam dalam hal pengetahuan, pemahaman, dan penerapan aturan-aturan ini dipandang sebagai perkembangan moral seseorang.
Sedangkan menurut Kohlberg perkembangan moral anak usia prasekolah (PAUD) berada pada tingkatan yang paling dasar yang dinamakan dengan penalaran moral prakonvensional. Pada tingkatan ini anak belum menunjukkan internalisasi nilai-nilai moral (secara kokoh). Namun sebagian anak usia PAUD ada yang sudah memiliki kepekaan atau sensitivitas yang tinggi dalam merespon lingkungannya (positif dan negatif). Misalkan ketika guru/orang tua mentradisikan atau membiasakan anak-anaknya untuk berperilaku sopan seperti mencium tangan orang tua ketika berjabat tangan, mengucapkan salam ketika akan berangkat dan pulang sekolah, dan contoh-contoh positif lainnya maka dengan sendirinya perilaku seperti itu akan terinternalisasi dalam diri anak sehingga menjadi suatu kebiasaan mereka sehari-hari. Demikian pula sebaliknya kalau kebiasaan negatif itu dibiasakan kepada anak maka perilaku negatif itu akan terinternalisasi pula dalam dirinya.
Dalam mengkaji perkembangan moral anak usia pra sekolah, Kohlberg mem­posisikan mereka pada level yang paling dasar, yaitu level 1 (moral pra­kon­vensional). Pada tahap ini, anak melihat suatu kegiatan dianggap salah atau benar berdasarkan hukuman dan kepatuhan (punishment dan obedience orientation) serta individualisme dan orientasi tujuan instrumental (individualism and instru­mental purpose). Pada tahap orientasi hukuman dan kepatuhan, suatu tindakan dinilai benar atau salah tergantung pada akibat dari kegiatan tersebut. Suatu kegiatan yang membuat ibu marah dianggap salah dan suatu kegiatan yang membuat ibu senang dianggap baik atau benar.


Kamis, 08 April 2021

Penilaian Perkembangan Anak Melalui Hasil Karya


Ayah, Bunda dan Sobat PAUD, penilaian hasil karya adalah penilaian terhadap buah pikir anak yang dituangkan dalam bentuk kar ya nyata dapat berupa pekerjaan ta ngan, karya seni atau tampilan anak, misalnya: gambar, lukisan, lipatan, hasil kolase, hasil guntingan, tulisan/coretan coretan, hasil roncean, ba ngunan balok, seni tari, dan hasil pra karya.


Tuliskan nama dan tanggal hasil karya tersebut dibuat. Data ini diperlukan untuk melihat perkembangan hasil karya yang dibuat anak di waktu sebelumnya. Saat anak telah menyelesaikan karyanya, guru dapat menanyakan tentang hasil karya tersebut. Tuliskan semua yang dikatakan oleh anak untuk mengonfirmasi hasil karya yang di buatnya agar tidak salah saat guru mem buat interpretasi karya tersebut. Hubungkan karya anak dengan pencapaian pada kompetensi dasar yang sesuai.



Misalnya : Khanza dan Jesica menyusun balok-balok unit secara vertikal berbentuk lingkaran memenuhi alas balok yang berbentuk lingkaran. Ada celah selebar satu unit balok yang kosong yang memisahkan rangkaian balok ber bentuk lingkaran itu. Di tengah lingkaran berdiri tumpukan balok setengah unit yang ditumpuk ke atas sebanyak 4 kolom.



Pada bagian paling atas ditaruh balok rongga berbentuk segitiga yang panjangnya sama dengan panjang 4 balok setengah unit. Setelah guru mengamati hasil bangunan anak, guru hendaknya bertanya kepada anak tentang karya yang telah ia buat. Melalui hal tersebut guru dapat menggali pengetahuan serta meningkatkan imajinasi anak. Berikut contohnya:

Guru    : ”Bangunan apa yang sedang kalian bangun?”

Giandra : ”Istana Putri.”

Guru    : ”Mengapa kalian mengatakan ini istana putri?”

Giandra : ”Karena di dalam istana ini tinggal putri cantik.” (Sambil tangannya menunjuk kebangunan tinggi di tengah lingkaran)

Guru    : ”Apa maksud diletakkan sebuah segi tiga di atas rumah putri itu?” Giandra : ”Itu kan atapnya…”

Guru    : ”Mengapa perlu diberi atap pada bagian atas rumah itu?”

Giandra  : ”Agar putrinya tidak kehujanan dan tidak kepanasan.”

Guru    : (sambil menunjuk celah di lingkaran) ”Kalau lubang sebesar satu balok unit di sini untuk apa ya?” Giandra : ”Itu kan pintu masuknya putri ke istananya."

Jika memungkinkan, setelah anak melakukan proses dalam menghasilkan karya, berikanlah kesempatan pada anak untuk menikmati karya tersebut. Ajaklah anak untuk memajang karyanya sebagai bentuk apresiasi terhadap karya tersebut. Berbagai catatan dan hasil karya anak di simpan dalam portofolio untuk selanjutnya di analisis. Hasil karya yang dianalisis dapat dipilih dari hasil karya yang terbaik (menunjukkan tingkat perkembangan tertinggi) yang diraih anak. Hasil karya tersebut bisa yang paling akhir atau dapat pula yang di tengah bulan.

yang harus di tempuh oleh guru adalah

1. Format Ceklis pada Penilaian Perkembangan Anak

dalam format ceklis pada penilian perkembangan anak Ayah, Bunda dan Sobat PAUD, pengamatan atau observasi merupakan teknik penilaian yang dilakukan selama kegiatan pembelajaran baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan lembar observasi, catatan menyeluruh, jurnal, dan rubrik. Hasil penilaian perkembangan anak harus didokumentasikan menggunakan beberapa teknik: pengamatan/observasi, percakapan, penugasan, unjuk kerja, penilaian hasil karya, dan pencatatan anekdot.

Untuk memudahkan guru dalam melakukan pencatatan penilaian maka dipilihlah tiga teknik yang paling memungkinkan dilakukan guru yaitu ceklis, catatan anekdot dan penilaian hasil karya. Saat anak melakukan berbagai kegiatan, guru dapat mengamati segala hal yang dilakukan anak ataupun diucapkan anak, termasuk ekspresi wajah, gerakan, dan karya anak. Pada proses pengamatan, guru juga melakukan pencatatan sebagai bukti sekaligus pengingat terhadap segala hal yang diamatinya. Teknik yang digunakan dalam melakukan pencatatan dapat berupa ceklis, catatan anekdot dan hasil karya.

Ceklis adalah cara menandai ketercapaian indikator tertentu dengan tandatanda khusus. Tanda-tanda khusus dapat berupa tanda centang, huruf, simbol tertentu, dll. Tetapi dalam implementasi penilaian, tanda ceklis menggunakan huruf seperti tertuang berikut ini: Ada empat skala, yaitu :

BB  (Belum Berkembang), bila anak melakukannya harus dengan bimbingan atau dicontohkan oleh guru.

MB (Mulai Berkembang), bila anak melakukannya masih harus diingatkan atau dibantu oleh guru.

BSH (Berkembang Sesuai Harapan), bila anak sudah dapat melakukannya secara mandiri dapat konsisten tanpa harus diingatkan atau dicontohkan oleh guru.

BSB (Berkembang Sangat Baik), bila anak sudah dapat melakukannya secara mandiri dan sudah dapat membantu temannya yang belum mencapai kemampuan sesuai dengan indikator yang diharapkan.

CONTOH :

Contoh perilaku anak pada tingkat kemampuan “berdoa sebelum belajar” :

BB : Bila anak berdoa sebelum belajar, baik lafal doa maupun sikapnya masih harus mendapatkan bimbingan dan/atau dicontohkan oleh guru.

MB : Bila anak berdoa sebelum belajar, baik lafal doa maupun sikapnya masih harus diingatkan oleh guru: ”Nia, kita berdoa dulu. Bagaimana sikap berdoanya?”

BSH : Bila anak berdoa, baik lafal doa maupun sikapnya sudah dimunculkan secara utuh, mandiri, dan konsisten tanpa harus diingatkan oleh guru lagi.

BSB : Bila anak berdoa, baik lafal doa maupun sikapnya sudah dimunculkan secara utuh, mandiri, dan konsisten serta dapat mengingatkan temannya.




untuk itu memudahkan guru mencatat capaian perkembangan anak, maka ceklis dapat dikembangkan sesuai kesepakatan antar guru di lembaga dengan mempertimbangkan kebutuhan, kesiapan,
dan efi siensi.

2. Tahapan Penilaian Perkembangan Anak

Ayah, Bunda, dan Sobat PAUD, penilaian perkembangan dapat membantu guru untuk mendapatkan informasi tentang perkembangan anak. Namun sebelum melakukan penilaian guru perlu mengetahui beberapa tahapan agar informasi yang didapatkan lebih akurat. Berikut adalah tahapan yang dapat dilakukan oleh guru:

Menentukan Usia Anak yang Menjadi Sasaran Penilaian

Usia anak menentukan format penilaian. Setiap usia memiliki tahapan perkembangan yang berbeda, misalnya, anak usia empat tahun akan sulit menjelaskan siklus hidup kupu-kupu, tetapi bagi anak-anak yang lebih besar seperti usia 5-6 tahun dapat mengungkapkan pemahaman mereka terkait hal tersebut, baik melalui cerita maupun gambar. Demikian pula, anak-anak yang lebih besar mampu berkonsentrasi untuk jangka waktu yang lama untuk menyelesaikan pembelajaran yang lebih lama dan lebih kompleks dibandingkan anak-anak yang lebih muda. Oleh karena itu penting bagi guru menentukan sasaran usia anak sehingga dapat menyesuaikan kisi-kisi instrument yang digunakan untuk melakukan penilaian.

Orang dewasa yang melakukan penilaian harus memiliki hubungan yang sudah ada sebelumnya dengan anak tersebut. Idealnya penilai adalah pendidik atau guru yang mengetahui tentang proses perkembangan anak selama pembelajaran.

Menentukan Aspek Perkembangan yang Menjadi Sasaran Penilaian

Setelah menetukan usia, maka guru juga perlu menentukan aspek apa yang akan dinilai, lakukan analisa terhadap aspek tersebut. Penilaian hendaknya selaras dengan tujuan dan pendekatan instruksional. Jenis penilaian yang berbeda memiliki tujuan yang berbeda pula. Penting untuk terlebih dahulu menentukan apa yang akan diukur; kemudian temukan program penilaian yang paling baik menilai tujuan tersebut. Misalnya apa saja tingkat capaian perkembangan anak usia 5-6 tahun, dengan begitu akan memudahkan guru dalam memetakan kemampuan anak.

Memilih Metode Atau Teknik Pengumpulan Data yang Tepat
Melakukan penilaian juga perlu menentukan metode yang tepat. Metode yang akan dipilih harus memperhatikan sasaran penilaian yang akan dicapai. Setiap metode yang digunakan harus dapat memberikan data atau informasi  secara maksimal mengenai aspek yang dinilai, metode observasi, dokumentasi dan wawancara atau percakapan dengan anak.

Penilaian itu "asli" atau otentik. Penilaian harus dilakukan dalam lingkungan normal anak. Penilaian harus mencerminkan hubungan dan pengalaman sehari-hari. Ini harus dilakukan dalam situasi dan pengaturan yang alami, baik di ruang kelas dan ketika anak berkegiatan.

Menentukan indikator perkembangan yang akan dicapai dan kriteria penilaian

Penilaian yang akan dilakukan lebih terencana jika guru merancang indikator perkembangan yang akan dicapai dan kriteria penilaian terlebih dahulu. Kriteria penilaian yaitu ukuran atau acuan yang menjadi dasar penilaian. Guru dapat merancang indikator perkembangan yang akan dicapai namun guru tidak boleh terpaku pada rancangan capaian indikator perkembangan yang sudah ditetapkan. Guru harus mengamati, mencatat semua capaian perkembangan yang muncul ketika anak berkegiatan dalam segala situasi.

Gunakan berbagai sumber informasi. Semakin banyak sumber informasi yang digunakan maka data semakin dapat dipercaya, oleh karena itu guru sebaiknya menggabungkan beberapa sumber informasi yang berbeda ketika menarik kesimpulan tentang kebutuhan perkembangan anak. misalnya menanyakan kepada orang tua atau pengasuh anak. artinya penilaian itu dilakukan secara komprehensif, observasi harus dilakukan pada berbagai aktivitas anak dan terus menerus dilakukan untuk melihat perkembangan seorang anak secara utuh

Mengolah Hasil Penilaian, informasi atau data yang telah didapatkan oleh guru, kemudian diolah sehingga data tersebut dapat memperlihatkan gambaran perkembangan masing-masing anak, misalnya dari hasil pengamatan guru menemukan bahwa ada beberapa anak yang perlu mendapatkan perhatian khusus terkait kemampuan berbahasa.

Menyusun Program Pembelajaran yang Tepat, setelah guru mendapatkan data perkembangan anak, selanjutnya guru perlu Menyusun program yang tepat. Program tersebut disusun sesuai dengan kondisi perkembangan anak yang terlihat dari berbagai aspek.

Misalnya, merancang pembelajaran yang mendorong anak untuk banyak berkomunikasi seperti bermain peran untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak.

Mengkomunikasikan Hasil Penilaian, selanjutnya guru harus mengkomunikasikan hasil penilaian kepada orang tua atau pengasuh anak dengan menggunakan bahasa sederhana yang mudah dipahami oleh orang tua. Tujuannya yaitu agar dapat membangun komitmen Bersama untuk meningkatkan perkembangan anak

Mendokumentasikan Hasil-Hasil Penilaian, pada akir kegiatan penilaian, guru perlu mendokumentasikan semua proses penilaian baik secara manual maupun menggunakan computer sebagai arsip yang mungkin dibutuhkan di kemudian hari.

Penting diketahui oleh guru, bahwa penilaian itu adalah sebuah siklus, jadi prosesnya berulang kembali dari tahap awal sampai tahap akhir dan kemudian kembali ke tahap awal. Pada setiap tahapan memungkinkan guru membuat perubahan pada kurikulum mereka untuk melayani anak dengan lebih baik dalam program mereka.


terimakasih semoga bermanfaat untuk semuanya

penulis " Kudel Nies "

Kamis, 04 Maret 2021

Laporan PJJ TK minggu 4 Januari 2021

LAPORAN PJJ TINGKAT TK (Taman Kanak-Kanak)






Sejalan dengan arahan Bupati dan Dinas Pendidikan Kabupaten lebak, juga arahan pemerintah pusat yang mengalihkan pembelajaran di sekolah menjadi Belajar di Rumah masing-masing dengan dampingan orangtua. Pengumuman Pendahuluan kami sebarkan melalui telepon kepada orang tua peserta didik tidak lama setelah menerima edaran SK Bupati .

Selanjutnya kami dari TK Aisyiyah Panyaungan Kec Cihara Kab Lebak-Banten merancang program pembelajaran di rumah, termasuk mengatur ulang rencana / agenda kegiatan sekolah yang sudah direncanakan

Belajar di Rumah dijadwalkan berlangsung 2 minggu ke depan sambil kita terus mengamati perkembangan situasi yang ada.

Arahan pemerintah melalui Bapak Presiden Jokowi untuk : Bekerja di rumah, belajar di rumah dan beribadah di rumah.

Model pembelajaran selama pandemi yang kami lakukan adalah program pembelajaran dengan metode luring (luar jaringan). Pandemi virus korona atau covid-19 telah memaksa berbagai aktivitas untuk dilakukan di rumah, yakni belajar dari rumah bagi peserta didik TK Aisyiyah Panyaungan Kec Cihara Kab Lebak-Banten.

Kami menggunakan metode luring dengan melakukan kunjungan ke rumah anak dan menonton TVRI bagi yang terjangkau dengan siaran TVRI.

Mengingat dan menimbang beberapa kondisi dari orang tua peserta didik yang hanya sebagian memiliki HP Android di tambah dengan jaringan yang belum terlalu mendukung sehingga mengambil keputusan untuk melakukan pembelajaran secara luring dengan mengunjungi rumah peserta didik TK Aisyiyah Panyaungan Kec Cihara Kab Lebak-Banten dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang dianjurkan yaitu dengan memakai masker, sering mencuci tangan dan menjaga jarak serta selalu menyediakan hand sanitizer.

Kami juga menginformasikan kepada orang tua atau wali peserta didik TK Aisyiyah Panyaungan Kec Cihara Kab Lebak-Banten untuk belajar dari rumah menggunakan TV seperti terobosan pemerintah yaitu menggunakan siaran dari TVRI untuk mendukung proses belajar di rumah. Penerapan proses belajar di rumah tersebut, dapat dengan lancar di laksanakan oleh para orangtua yang tidak memiliki smart phone dan yang rumah nya terjangkau oleh siaran TVRI.

Sasaran kami dengan Kegiatan Belajar di Rumah.

Mengalihkan kegiatan belajar dari di sekolah bersama kakak dan teman-teman menjadi Belajar di Rumah dengan dampingan orangtua dan tetap menjalankan aktivitas rutin di rumah masing-masing sambil menerapkan Social Distancing.

Proses pembelajaran tetap berlangsung hingga situasi memungkinkan untuk anak-anak kembali ke rutinitas pembelajaran di sekolah. Momen ini menjadi kesempatan baik untuk orangtua mendamping secara langsung dan berkesinambungan untuk memperkuat relasi/interaksi antara anak dan orangtua di rumah.

File selengkapnya silahkan kunjungi Link berikut :










Laporan PJJ Tk 3.1.2021




Laporan PJJ Tk 4.1.2021  File Size 231kb



Jika tidak terdownload otomatis silahkan klik Download Ulang. Dan jika link rusak silahkan lapor melalui halaman Contact Us.

PJJ TK minggu 2 Januari 2021

LAPORAN PJJ TINGKAT TK (Taman Kanak-Kanak)




Sejalan dengan arahan Bupati dan Dinas Pendidikan Kabupaten lebak, juga arahan pemerintah pusat yang mengalihkan pembelajaran di sekolah menjadi Belajar di Rumah masing-masing dengan dampingan orangtua. Pengumuman Pendahuluan kami sebarkan melalui telepon kepada orang tua peserta didik tidak lama setelah menerima edaran SK Bupati .

Selanjutnya kami dari TK Aisyiyah Panyaungan Kec Cihara Kab Lebak-Banten merancang program pembelajaran di rumah, termasuk mengatur ulang rencana / agenda kegiatan sekolah yang sudah direncanakan

Belajar di Rumah dijadwalkan berlangsung 2 minggu ke depan sambil kita terus mengamati perkembangan situasi yang ada.

Keputusan Belajar di Rumah diambil dengan kesadaran penuh bahwa COVID-19 sangat menular dan setiap individu bisa berperan memutus mata rantai penularan Pandemi Global yang sedang menyebar di berbagai bagian dunia, termasuk di Indonesia. Sekolah sebagai ruang publik, berpotensi besar menyebar atau sebaliknya memutus mata rantai penularan.

Arahan pemerintah melalui Bapak Presiden Jokowi untuk : Bekerja di rumah, belajar di rumah dan beribadah di rumah.

Model pembelajaran selama pandemi yang kami lakukan adalah program pembelajaran dengan metode luring (luar jaringan). Pandemi virus korona atau covid-19 telah memaksa berbagai aktivitas untuk dilakukan di rumah, yakni belajar dari rumah bagi peserta didik TK Aisyiyah Panyaungan Kec Cihara Kab Lebak-Banten.

Kami menggunakan metode luring dengan melakukan kunjungan ke rumah anak dan menonton TVRI bagi yang terjangkau dengan siaran TVRI.

Mengingat dan menimbang beberapa kondisi dari orang tua peserta didik yang hanya sebagian memiliki HP Android di tambah dengan jaringan yang belum terlalu mendukung sehingga mengambil keputusan untuk melakukan pembelajaran secara luring dengan mengunjungi rumah peserta didik TK Aisyiyah Panyaungan Kec Cihara Kab Lebak-Banten dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang dianjurkan yaitu dengan memakai masker, sering mencuci tangan dan menjaga jarak serta selalu menyediakan hand sanitizer.

Kami juga menginformasikan kepada orang tua atau wali peserta didik TK Aisyiyah Panyaungan Kec Cihara Kab Lebak-Banten untuk belajar dari rumah menggunakan TV seperti terobosan pemerintah yaitu menggunakan siaran dari TVRI untuk mendukung proses belajar di rumah. Penerapan proses belajar di rumah tersebut, dapat dengan lancar di laksanakan oleh para orangtua yang tidak memiliki smart phone dan yang rumah nya terjangkau oleh siaran TVRI.

Sasaran kami dengan Kegiatan Belajar di Rumah.

Mengalihkan kegiatan belajar dari di sekolah bersama kakak dan teman-teman menjadi Belajar di Rumah dengan dampingan orangtua dan tetap menjalankan aktivitas rutin di rumah masing-masing sambil menerapkan Social Distancing.

Proses pembelajaran tetap berlangsung hingga situasi memungkinkan untuk anak-anak kembali ke rutinitas pembelajaran di sekolah. Momen ini menjadi kesempatan baik untuk orangtua mendamping secara langsung dan berkesinambungan untuk memperkuat relasi/interaksi antara anak dan orangtua di rumah.

File selengkapnya silahkan kunjungi Link berikut :










JUKNIS BOS 2021




JUKNIS BOS 2021  File Size 231kb



Jika tidak terdownload otomatis silahkan klik Download Ulang. Dan jika link rusak silahkan lapor melalui halaman Contact Us.

Jumat, 26 Februari 2021

Program Tahunan Kelas 5 Semester 2


PROGRAM TAHUNAN

Nama sekolah                   : SD NEGERI 1 HEGARMANAH
Kelas/semester                                : V (Lima)/ 2 (Dua)
Tahun Pelajaran               : 2019/2020
Tema
Sub Tema
Pelajaran ke
Alokasi waktu
Ket.
VI
Kalordan Perpindahannya
1
Benda-Benda Penghantar Panas
1
1 Hari
1 Minggu

2
1 Hari
3
1 Hari
4
1 Hari
5
1 Hari
6
1 Hari
2
Jenis – Jenis Perpindahan Kalor
1
1 Hari
1 Minggu

2
1 Hari
3
1 Hari
4
1 Hari

5
1 Hari
6
1 Hari
3
Manfaat Perpindahan Kalor dalam Kehidupan Sehari-hari
1
1 Hari
1 Minggu

2
1 Hari
3
1 Hari
4
1 Hari

5
1 Hari
6
1 Hari
4
Literasi dan Kegiatan Berbasis Proyek
1
1 Hari
1 Minggu

2
1 Hari
3
1 Hari
4
1 Hari

5
1 Hari
6
1 Hari
Ulanga harian
Remidi dan Pengayaan
2 Hari




Mengetahui
Kepala SD Negeri  1 Hegarmanah



Daman Heri
NIP.196403081988031011

Cipanggung                 2020
Guru Kelas  5



Rudi Mulyadi
NIP. 19800302200801008



PROGRAM TAHUNAN

Nama sekolah                   : SD NEGERI 1 HEGARMANAH
Kelas/semester                                : V (Lima)/ 2 (Dua)
Tahun Pelajaran               : 2019/2020
Tema
Sub Tema
Pelajaran ke
Alokasi waktu
Ket.
VII
Benda-benda di Sekitar
1
Jenis – jenis benda di Lingkungan Sekitar
1
1 Hari
1 Minggu

2
1 Hari
3
1 Hari
4
1 Hari

5
1 Hari
6
1 Hari
2
Perubahan Benda
1
1 Hari
1 Minggu

2
1 Hari
3
1 Hari
4
1 Hari

5
1 Hari
6
1 Hari
3
Manfaat Perubahan Benda dalam kehidupan
1
1 Hari
1 Minggu

2
1 Hari
3
1 Hari
4
1 Hari

5
1 Hari
6
1 Hari
4
Literasi dan Kegiatan Berbasis Proyek
1
1 Hari
1 Minggu

2
1 Hari
3
1 Hari
4
1 Hari

5
1 Hari
6
1 Hari
Ulanga harian
Remidi dan Pengayaan
2 Hari




Mengetahui
Kepala SD Negeri  1 Hegarmanah



Daman Heri
NIP.196403081988031011

Cipanggung                 2020
Guru Kelas  5



Rudi Mulyadi
NIP. 19800302200801008



PROGRAM TAHUNAN

Nama sekolah                   : SD NEGERI 1 HEGARMANAH
Kelas/semester                                : V (Lima)/ 2 (Dua)
Tahun Pelajaran               : 2019/2020
Tema
Sub Tema
Pelajaran ke
Alokasi waktu
Ket.
VIII
Peristiwa dalam Kehidupan
1
Peristiwa Alam
1
1 Hari
1 Minggu

2
1 Hari
3
1 Hari
4
1 Hari

5
1 Hari
6
1 Hari
2
Makna Peristiwa dalam Kehidupan
1
1 Hari
1 Minggu

2
1 Hari
3
1 Hari
4
1 Hari
5
1 Hari
6
1 Hari
3
Peran dan Tanggung Jawab Manusia
1
1 Hari
1 Minggu

2
1 Hari
3
1 Hari
4
1 Hari

5
1 Hari
6
1 Hari
4
Literasi dan Kegiatan Berbasis Proyek
1
1 Hari
1 Minggu

2
1 Hari
3
1 Hari
4
1 Hari

5
1 Hari
6
1 Hari
Ulanga harian
Remidi dan Pengayaan
2 Hari



Mengetahui
Kepala SD Negeri  1 Hegarmanah



Daman Heri
NIP.196403081988031011

Cipanggung                 2020
Guru Kelas  5



Rudi Mulyadi
NIP. 19800302200801008




PROGRAM TAHUNAN

Nama sekolah                   : SD NEGERI 1 HEGARMANAH
Kelas/semester                                : V (Lima)/ 2 (Dua)
Tahun Pelajaran               : 2019/2020
Tema
Sub Tema
Pelajaran ke
Alokasi waktu
Ket.
IX
Lingkungan Sahabat Kita
1
Komponen Penyusun Lingkungan
1
1 Hari
1 Minggu

2
1 Hari
3
1 Hari
4
1 Hari

5
1 Hari
6
1 Hari
2
Hubungan Antar komponen Penyusun Lingkungan
1
1 Hari
1 Minggu

2
1 Hari
3
1 Hari
4
1 Hari
5
1 Hari
6
1 Hari
3
Peran dan TanggungJawab Kita terhadap Lingkungan
1
1 Hari
1 Minggu

2
1 Hari
3
1 Hari
4
1 Hari

5
1 Hari
6
1 Hari
4
Literasi dan Kegiatan Berbasis Proyek
1
1 Hari
1 Minggu

2
1 Hari
3
1 Hari
4
1 Hari

5
1 Hari
6
1 Hari
Ulanga harian
Remidi dan Pengayaan
2 Hari




Mengetahui
Kepala SD Negeri  1 Hegarmanah



Daman Heri
NIP.196403081988031011

Cipanggung                 2020
Guru Kelas  5



Rudi Mulyadi
NIP. 19800302200801008


< /div>